Dalam kamar kos nan bernuansa pink.
Afra memandang lepi kecil kesayangannya yang berwarna hitam mengkilap dan di pojok bawahnya terdapat tulisan HP, sambil senyum – senyum sendiri. Yah, sekarang dia punya lepi untuk membantunya menyelesaikan skripsinya tanpa minta uang sama bundanya. Subhanalloh Afra tidak hentinya bersyukur kepada Alloh. Sambil mendengarkan nasyid “merah saga” nya shoutul harokah, afra menerawang jauh mencoba membongkar memorinya menuju waktu yang lampau, ketika dia belum memiliki si kecil mungil yang sedang dia timang – timang, ketika dia masih sering meminjam dan membawa laptop mba sekar teman sekamarnya ke rumah untuk mengerjakan tugas waktu pulang kampong. dimana semua cerita yang mengesankan dalam hidup afra bermula.
Dalam ruang tamu di sebuah rumah yang sederhana.
“ mba afra, laptopnya siapa itu, kok dibawa pulang,??” Tanya bundanya afra sambil membungkus jajanan pesanan yang besok harus di serahkan, karena sang bunda menerima pesanan untuk buat jajanan.
“ ini, punya mb sekar bund, temen kos mba afra. Mbak afra pinjem untuk ngerjain tugas di rumah, soalnya lagi banyak tugas yang harus di kerjakan.” Jawab afra sambil menghidupkan laptopnya yang dipinjam.
“ bagus yah laptopnya, hati – hati lho mbak, kalo pinjem jangan sembarangan, itu barang mahal bunda gak bisa beliin buat mbak afra apa lagi menggantinya kalo rusak” bunda menimpali dengan nada yang sedikit khawatir.
“ insya Alloh bund, mbak afra juga gak minta kok ma bunda, ntar aja kalo mbak afra punya uang sendiri. Nanti beli sendiri,hehehehe… doain ya bund” jawab afra sambil mengeluarkan cengiran khasnya, diikuti senyumannya sampai matanya sampe tidak keliatan.
“ iya anakku sayang.. apa siiih yang enggak buat mba afra yang cantik ni..” sambil mengusap kepala anaknya dan mendaratkan kecupan sayang ke kening afra, bunda berlalu ke kamar mandi untuk wudhu sebelum tidur.
Beberapa bulan kemudian..
Keinginan Afra untuk memiliki sebuah laptop sendiri semakin terasa, walaupun sebenaranya dia masih bisa meminjam ke sekar teman satu kamarnya. Suatu waktu Afra teringat akan training mindset yang pernah ia ikuti di kampus dulu, ia teringat bahwa kalo sesuatu kita pikirkan secara detil dalam alam bawah sadar sambil berdoa kepada Alloh maka insya alloh akan cepat terkabulkan. Maka sejak beberapa hari ini afra melaksanakan “ ritual “ ini. Setiap akan tidur afra berdoa dan membayangkan barang yang akan di mintanya apada Alloh, dalam doanya sebelum tidur, afra berbisik pelan “ ya alloh afra ingin sebuah laptop kecil mungil berwarna hitam ya, mohon permudah fara untuk mendapatkannya ya Alloh. Amin” sambil dia membayangkan barang yang ia inginkan itu sampai akhirnya terlelap di balut selimut malam.
Hari berganti hari dan bulan berganti, Ternyata Alloh belum memberikan apa yang diinginkan oleh afra. Namun Afra tidak putus asa, sekarang afra mulai berikhtiar yang realistis selain doa yang telah dipanjatkannya sepanjang malam. Apakah itu??? Yah.. dia menghitung hitung uang sakunya, diet – diet..!!!!
“ hmm…. Kalo sepekan bisa hemat seratus ribu, berarti.. 100 x 4 = 400 ribu, sedang harga laptopnya 3 jutaan.. wah.. hampir 8 bulan.. bisa ..bisa..bisa…lets go !!! nabung buat beli laptop.. bismillah..hohoho” gumam afra sambil mencorat – coret di diary kesayanganya, sambil mengepal – kepalkan tangan mungilnya di akhiri dengan kebiasaan joroknya ngupil.. ih!!!!!
Manusia berusaha, Alloh juga yang jadi hakimnya, takdir Alloh berkendak lain, pada bulan – bulan setelah “hari perhitungan” itu, ternyata kegiatan Afra malah menjadi seabarek. Mulai dari kegiatan kampus, sampai tugas – tugas kuliah. Alhasil, afra tidak berhasil menabung untuk beli laptop. Jangankan buat beli laptop, untuk pulsa telpon aja sering jadi fakir miskol, alias tukang miskol..hehe. hingga pada suatu malam afra menagis di sajadahnya dalam keheningan 1/3 malam. Setelah seharian pegel ngetem di rental guna mengerjakan laporan pplnya yang sudat deadline, dalam doanya dia bicara “ ya Alloh, aku pengin laptop, kecil aja gak apa dah, yang kayak dell kecil itu lho, item kecil, yang penting bisa buat kerjain tugasku, lagian kan ini mau skripsi ya Alloh, gak enak kan repotin mab sekar terus, makaseh ya Alloh sudah denger doaku, amiin.” Lucu banget doanya, Kayak anak merajuk sama bapaknya. Tapi memang begitulah afra.
Di penghujung tahun
Hari ini sekar wisuda, emang sekar kakak tingkat afra jadi tahun ini sudah menyelesaikan masa kuliahnya dan selanjutnya dia pulang ke kampong halamannya di tempat lahirnya di kota purwodadi.
“ selamat mb sekar akhirnya kelar juga, doain afra ya biar cepet nyusul” sapa afra saat menjabat tangan sekar ketika acara wisuda telah selesai sambil memberikan bunga mawar merah kesukaan sekar.
“ iya adekku sayang, mb doain moga cepet dapat ijasah dan ijabsah.. xixixix, “ goda sekar sambil mentowel idung adek kosnya yang mungil itu.
“ amin..” afra mengamin sambil kemudian mereka berpelukan.
#############
“ bund, Alhamdulillah judul mb afra di terima pihak kampus” bilang nya pada suatu malam lewat telpon
“ selamat ya anakku, bunda doain moga lancar selalu, mb afra sehat kan?”
“ makacih bundaku, Alhamdulillah sehat bunda, berkat doa bunda juga.” “ mb afra mau istirahat dulu bunda,seharian capek ngejar – ngejar dosen.. hehehe asslamualikum bunda “
“ walakumussalam “
Sejenak setelah menutup telponnya, ia berfikir sejenak “ wah sudah skripsi nih. Mb sekar sudah pulang kampung, kagak ada yang bisa di pinjemi laptop, yah mau gak mau harus rental. Ya dah gpp lah “ begitu gumam afra sambil kemudian menata diri untuk tidur di malam itu. Ya, Semester ini afra sudah menginjak skripsi.
Alarm hape W 220 afra berdering jam 03.00 dini hari.. nada surendernya andra and the backbone membahana di kamar afra, bunyinya seakan memekakkan telinga, menyuruh afra untuk bangun qiyamul lail, yah keseharian fara memang begitu, qiyam kalo tidak ada halangan syar’i. kali ini Afra coba meraih – raih hapenya yang berderat – derat di meja belajarnya, dan dari ranjang pembaringannya afra coba meraih dan mematikannya, dengan menggeliat coba ia meraihnya dengan jemari tangannya dan akhirnya dapat dan …. GUBRAK !!!! BRUKK!!!!!. Bersamaan dengan di raihnya hape imutnya bersamaan pula si imut kecil ini jatuh dari ranjangnya “ aduhh.. bundaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. afra jatuh.. huuuuuu…..cakit….” teriaknya tanpa sadar kalo ia lagi berada di kos dan bundanya di rumah, tapi untung tidak apa – apa. Akhirnya malah bener – bener kebagun gara – gara alarmnya dan gak ngantuk lagi karena pagi – pagi udah jumpalitan gak karuan. (Afra – afra ^^).
Kembali dalam qiyamnya afra imut berdoa ” ya alloh, afra udah skripni nih, gimana ga ada computer, mb sekar kan udah pergi, kan gada yang di pinjemin… masa fara ngrental??? tapi ya gak papa deh kalo ngrental ya alloh, tapi afra minta , ya alloh bikin bunda naikin uang saku buat afra yah.. terimakasih ya AlloH..amin”
Kebiasaan afra setelah berdoa dengan bahasa arab yang ia hafal, ia akan beroda dengan bahasanya sendiri seolah sedang curhat dengan sang pencipta.
Afra tidak langsung tidur, tilawah barang beberapa lembar Alquran kemudian dia menulis kegiatan apa saja yang akan di lakukan seharian nanti, ini udah menjadi kebiasaan dari Afra setiap harinya, “ agar hidupnya teratur gitu lho “, jawab Afra kalo di tanya temennya pas buka – buka blocknote nya yang isinya tulisan kegiatan kesehariannya. Ketika azan shubuh berkumandang, berkumandang pulang hape item imutnya, berkejap – kejap dan ada gambar amplop biru diatasnya tanda ada sms masuk, di bukanya hape nya. Nada wahidah mengirim satu pesan tertulis di layar monocrom hapenya.
“ assalamualikum afra, lagi apa? Dah bangun apa belum?? “ sms dari seberang hape afra
“ wa’alaikumussalam, lagi baca sms ni Do..hohoho, ada apa gerangan temanku sayang? Pagi2 udah rindu yah ma ci imudt beuth ini..xixixi” balas afra sambil cekikikan sendiri.
“ yah gubrak, anti kepedean dah..heheh. eh ana mau ajak anti nih, mau ga? Pak sobari guru mikro teaching kita itu lho.. yang genit, kemaren, xmx ana. Katanya ada program magang gitu, di skul tapi di bayar.. asikkan.. hehe.. gimana?? Kalo mau ntar ketemu di kampus, di kantin yah.. ngobrolnya sambil break pest.. soalnya logika tanpa logistic gak jalan..heheh. ok gimana?? Soalnya aku cari temen nih.. xixixi“ balasan dari nada.
Hadew.. orang ini.. pagi – pagi udah bikin heboh.. batin afra “ hu’um. Entar ketemu di kantin aja, terus anti yang traktir ya Do..hohoh, salah ndiri ajak – ajak “ hehehe.. sending mail
mail received “ huh dasar!!! …….>,<!!!!’’..
Afra Cuma melihat dengan senyum polah teman akrabnya ini yang mendapat panggilan sayang dari afra Do, tau kenapa??? Ini karena pentafsiran nama yang sembarangan , namanya itu nada wahidah , nah dengan entengnya si afra ini mengartikan begini nada itu tangga lagu , dan wahidah itu nomor satu, jadi nada wahidah itu artinya tangga lagu nomor 1 adalah Do.. nah lho..hahahahah. terawang afra sambil senyum – senym sendiri ketika mengingat pas dia memproklamirkan nama itu di depan yang punya nama alhasil dia mendapat cubitan mesra di pipinya, sampai pipinya yang kayak bapao jadi semakin gembul..hahah.
07: 30 di kampus tercinta..
“ asslamuaalikum Do, anti dimana? Afra sudah di kantin nih” telpon afra sambil clingak clinguk melihat - lihat si nada di daerah kantin.
“ wa’alaikumusslam , ehem uhuk.. bentar.. keselek ra.. ganggu aja orang gi minum jus alpukat aja..ana di pojokan nih, deket pohon asem…sini, lagi mam juga nih, anti sekalian pesen ajah..trus bawa sini yah.. “ klek.. telpon di putus..
Afra menegok ke pojok kantin deket pohon asem, di sana ada gadis bergamis biru muda dengan jilbab biru tua sepantat sedang terbatuk batuk , uh. Dasar anak itu.. gumam afra sambil melangkah menuju meja pemesanan dan memesan makan paginya.
“ Ra, ana mau ajak ikut magang nih, gimana ?? lumayan lho, dapat uang saku, per bulannya. “
“ mang magang apan Do? Tanya afra sambil ngunyah sate keong kesukaanya.
“ Kayak pas kita PPL dulu gitu tapi ini di bayar, kalo dulu kan kita bayar ke kampus…. heheh, gimana?
Hmm. Hmmm, si afra lirik lirik ketas pura – pura mikir..
“ alah.. kebanyakan mikir..ntar jadi lemod lho. Xixixi… “ goda nada sambil usap – usap kepala afra dengan nakal.
“ enak aja, situ yang lemod, ya coba dweh. Bismillah, tapi Afra lagi skripsi nih.. gak ganggu nantinya?? “ selidik afra sambil benerin jilbab pinknya yang di usap – usap ma Nada tadi.
“ ya sama, ana juga kan,. Ntar bisa ijin kok kata bapaknya kemaren, barang 1 atau 2 hari buat urus skripsi..” jelas nada dengan PD tinggi.
“ ok dweh..afra ikut, btw ihhh.. temenku ini, baik atii baget dweh..ajak – ajakin afra kayak gini“ puji afra sambil cubit pipi nada ampe yang punya pipis meringis.
=======
Pendaftaran magang telah selesai dan ternyata afra dan nada di tempatkan di sekolah yang berbeda, nada di luar jawa, sedang afra di kota kelahirannya, bersyukur banget afra bisa deket dengan bundanya, dan ngirit ongkos juga pikirnya. Saat pemberangkatan di berikan uang saku selama 5 bulan masa magang di skulah masing – masing.
“ Afra .. “ terdengar suara dari meja panitia
“ iya pak…” jawab Afra sambil berjalan menuju ke arah sumber suara tersebut.
“ silahkan, tanda tangan disini.. dan setelah itu ambil satu amplop yang ada tulisannya mb afra..” jelas bapak panitia tersebut.
Dengan cekatan bak direktur pertamina, Afra menandatangani semua presensi yang di sodorkan panitia, kemudian mengambil salah satu amplop yang ada nama afra di situ. Dan kemudian di bukanya amplop tersebut, di dalamnya ada rincian dananya di baca perlahan tapi pasti, bola matanya mengikuti arah tulisan – tulisan tersebut. Dibacanya pelan..
“ uang saku perbulan, Rp. 800.000 x 4 = 3.200.000, terus uang transport Rp. 100.000, total Rp. 3.300.000, Alhamdulillah ya alloh dapet duit segepok gini..” syukur terucap dari mulut afra saat melihat isi amplop tersebut.
Buru – buru afra mencari hapenya yang entah di taruh di mana, sampai bingung mencarinya, setelah ketemu langsung mencari nama bunda di phonebooknya.
“ assalamualaikum bunda, mbak afra dapet kabar baik bund.. “ ucap afrsa setengah berteriak kegirangan
“ ada apa ini mbak. Ko keliatannya senang banget, mau ujian skripsi???” Tanya bunda yang masih kelihatan kebingungan melihat gelagat anak sulungnya.
“ ya belum lah bund , kan baru di terima judulnya kemaren, ya tho??“ jelas afra
“ ya lalu apa, kok girang banget keliatannya? ” selidik bunda di sebrang telepon
“ Alhamdulillah bund, ni mbak afra ikut program magang ngajar dari dinas pendidikan, kayak PPL dulu itu lho bund. Tapi ni mba afra dapet uang saku bund, uang sakunya kalo di total sampe tiga juta lho, maya alloh. Banyak ya bund” cerocos afra penuh semangat.
“Alhamdulillah, itu uang semua ya mb afra??” goda bunda dari sebrang sana.
“ ih.. bunda ini, ya uang semua lah bund.. masa campur daun,, hehehe, enaknya buat apa ya bund??”
“ ya buat mb afra aja, buat apa gitu, eh iiya, mb afara kan skripsi, butuk computer kan, buat beli computer aja, atau apa laptop kayak mba sekar tuh kan bagus. Ntar bunda tambahin 100 atau 200 ribu gitu dah biar beli laptop kayak mb sekar, gimana?? “
“ yah bunda, punya mba sekar mahal bund, kalo mau nambahin mb afra ya kudu 1 jutaan gitu..baru dapet yang bagus…heheh..” jawab afra sambil cekikan.
“ eh.. kok gitu …ya bunda punyanya ya Cuma segitu mba.. ‘”
“ ya dah bund, gak usah ditambahi aja, insya alloh udah cukup kok, mb afra cari yang sesuai dengan uang mb afra aja…sampai jumpa di rumah ya bunda. Muach” afra pamitan sama bundanya sambil ciumin hapenya sendiri, ( orang yang aneh ^^).
Pekan pertama magang…..
Selepas pulang sekolah tempat Afrra magang, afra pamit kepada bundanya untuk beli notebook di toko elektronik yang terkenal cukup murah di swalayan kota. yah laptop kecil dengan merk HP, hitam warnanya, mungil bentuknya kayak yang punya, Cuma bedanya bukan merk DELL. Alhamdulillah duitnya pun mencukupi bahkan masih lebih karena laptop kecilnya ternyata harganya kurang dari 3 juta. Dalam perjalanan pulang dari toko laptop sambil memangku kardus laptopnya di dalam bis kota, afra tak henti - hentinya mengucap syukur dan hamdallah, Alloh telah mengabulkan permintaannya sekarang di saat tepat, saat dia bener – bener butuh benda kecil ini, mungkin dulu Alloh belum kasih karena afra hanya sekedar menginginkannya, bukan membutuhkannya. Dan sekarang di saat dia butuh Alloh telah memberikan apa yang afra butuhkan, yaitu benda kecil mungil berwarna hitam, meskipun bukan bermerek DELL , namun mempunyai fungsi yang sama seperti yang Afra ucapkan dengan lirih setiap mau tidur dan di bayangkan sampai tertidur pulas, seperti yang Afra curhatkan ketika sholat qiyam tiap malamnya. Dan kini Afra telah memiliki si hitam kecil mungil ini.
Kenagan ini telah afra abadikan dalam diarynya yang di tulis di lepi kesayangganya, Afra menuliskan dalam diary digitalnyanya untuk menutup catatan hari itu dengan tinta warna pink yang tebal :
“ALLOH SWT TAHU APA YANG KITA BUTUHKAN, BUKAN APA YANG KITA INGINKAN”
Surakarta, mei 2011
Kenangan pendampingan tahap I th 2009 / 2010

0 komentar:
Posting Komentar