Minggu, 01 Mei 2011

Berkaca pada ayam jago part 2


Pagi – pagi buta disaat orang terlelap di kasur kesayangannya mendengkur atau berselimut dan kemudian akan terdengar suara kokok ayam jago bertalu – talu, kemudian di sambut azan shubuh berkumandang, yah indikasi dari fajar terkadang bisa dicermati dengan adanya kokokan ayam yang bersahut – sahutan. Bagi sebagian besar orang yang tengah sibuk dengan dunianya dia akan terasa terganggu bahkan mengumpat dengan kelakuan si ayam jago ini karena telah mengganggu tidurnya yang lelap.
Namun kembali lagi, Subahnaalloh Maha Suci Alloh, Dia telah memberikan banyak ayat kauniyah yang bisa kita ambil ibrahnya dari setiap makhluk yang ada di bumi ini. Kita coba perhatikan apa yang dilakukan oleh ayam jago ini?? Dia bersusah payah dipagi buta di saat semua makhluk masih terlelap, berinisiatif  untuk membangunkan dengan kokokannya, tanpa terpaksa dan tanpa meminta upah setelahnya, dan bila kokokan itu tidak disambut dengan bangunnya makhluk lain dia pun tidak kecewa ataupun menunjukkan kemarahan bahkan melabrak orang yang di bangunkannya tadi. Dia  tetap melakukan pekerjaannya setiap hari dengan ikhlas sampai nyawa berpisah dari raganya. Bahkan dengan pekerjaan yang dilakukan si ayam ini sampai ada hadist nabi Muhammad shollohu ‘alaihi wassalam yang di dalamnya berisi tentang larangan untuk mengumpat kokokan ayam jago. Masya Alloh  begitu Islam menghargai setiap mahkluk yang mengajak kepada kebaikan. Tidak cuma manusia,  hewan pun mendapatkan perlakuan yang sama ketika dia mengajak mekhluk lain kepada kebaikan.
Nah ibrah apa yang bisa diambil dari perilaku  yang biasa dilakukan oleh sang ayam ini coba kita renungkan bersama , ada beberapa hikmah yang dapat kita petik antara lain :
1.      Setiap makhluk mempunyai kesempatan untuk berbuat kebaikan terhadap makhluk lain.baik makhluk yang berakal seperti manusia maupun hewan seperti ayam jago. Dan itu adalah anjuran yang sangat mulia dalam islam untuk saling bertolong menolong dalam kebaikan.  
2.      Untuk menyeru kebaikan haruslah dengan cara yang baik pula, Man kana amruhu ma'rufan fal yakun bil ma'ruf. Yang artinya” Siapa yang memerintahkan kebaikan, hendaknya dengan cara yang baik pula”. Seperti ayam jago yang bemaksud membangunkan orang untuk sholat shubuh dia bersikap baik dengan melakukan kokokan dengan indahnya bukan dengan kelakuan yang tidak baik misal dengan mematuk – matuk kepala orang yang sedang tidur walaupun dengan maksud yang sama.
3.      (al baqoroh : 256 ) “ tidak ada pemaksaan dalam agama “. Seperti ayam berkokok membangunkan orang tidur, masalah banyaknya orang yang bangun atau tetap memilih tertidur, tak lalu membuat ayam tersebut menjadi kesal dan kecil hati. Seperti itulah tugas kita hanya “membangunkan “, tugas kita hanya memberikan penjelasan dan penjelasan,  masalah orang itu mendapatkan hidayah atau tidak Allohlah yang menetukan.
4.      Jangan pernah jemu untuk melakukan kebaikan meskipun tidak mendapatkan respon dari orang lain bahkan mendapatkan cemoohan atau ejekan dari orang lain.
Demikian kiranya yang dapat kita ambil ibrahnya dari sebuah makhluk Alloh yang bernama ayam jago.. semoga dapat menjadikan kita tambah bersyukur dan terus bersyukur akan nikmmat Alloh yang tercurah pada kita. Wallohu ‘alam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll

    About