“Umi, hua! Ayub kepedasan” teriak Ayub yang tiba – tiba muncul dari balik pintu. Umi Sekar kaget bukan kepalang, dan hampir saja terlonjak jatuh dari kursinya.
“Knapa sayang?” Tanya umi Sekar sambil mengusap wajah anaknya yang belepotan nasi.
“Keceplos lombok” jawab Ayub sambil terisak.
Umi geleng – geleng kepang, sambil bergegeas mengambilkan secangkir air putih untuk diminum buah hatinya.
“Minum dulu ya biar tidak kepedasan,” kata umi memberikan segelas air.
Langsung tanpa permisi dan berdoa gelas itu disambar Ayub dan diminum dengan sekali teguk, akibatnya Ayub tersedak.
“Adik, hati – hati dong minumnya” kata umi sambl mengelus dada Ayub.
“Haus umi, kepedesan lagi,” si Ayub member alasan.
“ Mana tadi tidak berdoa,” jawab umi kemudian.
“Eh, iya lupa,”
“Masih pedes?”
“iya,”
“Nih, makan aja rotinya,”
”Mana umi?”
“Ini, eits! jangan langsung makan, berdoa dulu,” jwab umi melihat anaknya mau langsung memakan roti.
“He. Iya, bismillah,” ayub memegang roti sambil garuk – garuk kepala seraya menucap basmallah.
“ Nah gitu donk, anak umi harus sholeh,”
Setelah rasa hausnya hilang, sekarang Ayub menggelayuti tubuh uminya yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.
“Umi,“ sap ayub kepada uminya
“Iya sayang?” jawa uminya sambil masih membca majalah.
“Kenapa sih kalo makan kita harus membaca doa?” Tanya Ayub sambil memainkan ujung Jilbab umi.
Uminya hanya mengernyitkan dahinya, umi mengira pasti putra kesayanganya sedang mengetes dirinya, dan umi hanya diam.
“Umi, kok ga di jawab?”
“iya sayang, kan Ayub sudah tahu kalau dalam islam sebelum makan atau minum harus berdoa dulu?”
“Kenapa gitu?” jawabnya polos.
Umi Sekar sudah mulai gemas, siap – siap mencubit pipi anaknya.
“ Kan biar setan gak ikut makan sayang,” sambil mencubit gemas pipi anaknya.
“Aow, he. Hmm kalo gitu Ayub mau ngerjain setan ah.!”
“Emang bisa? Gimana coba?”
“Ya ntar Ayub makan bakso yang pedes sekali, tapi tidak baca bismillah, nah kan setannya ikut makan mi, terus kepedesan.”
“Terus anaknya umi juga kepedesan donk sayang.”
“iya, tapi kan ada minum, terus Ayub minum air sirup bikinan umi, tapi kali ini minumnya baca bismillah. Nah jadinya setannya gak ikutan minum, setannya masih kepedesan, gitu mi.“
Umi semakin gemas saja dengan tingkah anaknya, ada saja yang bisa bikin gemas uminya.
“Awasnya, ada – ada saja anak umi ini.. hee!” umi Sekar langsung memenag perut anaknya.
“Ampun umi, heheh.” Ayub mencoba mengelak dari serangan uminya.
Malem itu Ayub digeilitikin uminya sampai terpingkal – pingkal hingga kecapekan akhirnya tertidur.
****
Pagi yang cerah di sdit syuhada, murit – murit mulai berdatangan ke kelas, waktu sudah menunjukka p[ulkul 7. 30 pagi. Ustazah sudah dating meuju ke kelas.
“Asslamualiku anak – anak?“ sapa ustazah Qonita.
“Wa’alakumussalam bunda,” jawab anak – anak serentak.
“ Apa kabar hari ini?”
“Alhamdulillah , luar biasa Allohu Akbar,”
Suara serentak menggema di kelas SDIT Syuhada tempat Ayub bersekolah. Hari senin awal masuk setelah kemaren libur satu hari di hari ahad.
“Sudah sarapan hari ini?”
“Sudah ustazah,”
“Sudah berdoa belum,”
“Sudah ustazah,”
Tiba – tiba Ayub mengacungkan tangannya, tanda dia mau menanyakan sesuatu kepada gurunya.
“Usazah mau tanya, kalau makan tidak berdoa nanti setan ikut makan yah? Kata umi saya gitu ustazah,” tanya Ayub kepada gurunya.
“Betul sekali Ayub, makanya kalau makan dan minum harus baca basmallah, berdoa biar setannya gak ikut makan dan minum, dan makanan kita jadi berkah.”
“Kan Ayub mau sedekah sama setan bunda, kasihan belom makan \gitu,” Ayub mencoba berargumentasi.
“Mana ada bersedekah kepada setan, tidak boleh itu!” ustazah menerangkan kepada Ayub.
“He” celoteh ayub
Semua mata di kelas tertuju pada Ayub yang bertanya kepada ustazahnya, Ayub hanya nyengir tanpa dosa mendengar penjelasan ustazah nya. Mukanya merah diliatin teman – temannya karena pertanyaannya yang nyeleneh di pagi itu. Ternyata sama apa yang di sampaikan ummi dan ustazahnya kalau tidak boleh bermain – mian dengan setan. Huu takutt!
Purwodadi, Januari 2011
Jumat, 17 Februari 2012
Biar Setannya Kapok By: elrowi bin Abdurrahman
Posted on 07.04 by ksatria bumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar