(cerpen ikut dalam lomba cepen fantasi fiesta 2011 )
Bumi, mei 3011……….
langit mendung menyelimuti hamparan padang pasir di HIJJAS, sebuah Negara kecil di negeri sebelah timur bumi, yang bercocok tanam sebagai penghasilan kesehariannya dari penduduknya, kecanggihan teknlogi tidak membuat patah arang orang – orang HIJAS untuk bisa membuat ladang pertanian yang subur di atas atap – atap rumah mereka. Selain petani yang tangguh kaum HIJJAS juga pembelajar yang ulung karena di sana terdapat perpustakaan terbesar di dunia yang sering di kunjungi manusia dari berbagai penjuru dunia, dan digunakan sebagai rujukan ilmu pengetahuan yang bernama LIBERUZ, ada tangan dingin yang telah merawat perpustakaan itu secara turun temurun yaitu keluarga EBA, hingga pada keturunan terakhirnya yang bernama Elro. Pemuda dengan rambut sebahu dan penutup kepala melingkar, dengan jenggot segenggam ini tidak pernah mengenyam sekolah, namun LIBERUZ - lah yang mendidiknya menjadi seorang serba bisa yang cerdas.
Tahun ini perang dingin semakin mencekam dimana ARKOM yang negara diktator semakin menunjukkan taringnya dengan membuat propaganda untuk melakukan gerakan persemakmuran di bawah kekuasaanya dengan dalih bahwa dia akan menjadi negara yang adil dan melindungi peraturan yang negara ARKOM buat. Negara ARKOM sebenarnya sempit wilayahnya hanya saja penduduknya yang bermental keras dan licik menjadikan mereka bisa memberikan pengaruhnya di dunia, sehingga menjadi besar, namun dengan semakin besarnya pengaruhnya menjadikan negara ARKOM menjadi “polisinya” negara – negara kecil yang tidak berdaya, sudah beberapa negara menjadi korban diantaranya HAIBAR, ENDRUS, dan DIRDRUG, yang kesemuanya dikuras hasil buminya setelah ludes kemudian di hancurnkan sehingga lenyap dari peta bumi. Negara – negara yang menjadi persemakmurannya pun sebenarnya tidak semakmur yang dijanjikannya hanya pemimpinnya saja yang dibagi dengan otoritas negara ARKOM, selebihnya rakyatnya selayak rakyat jelata biasa yang selalu menderita.
Suatu Senja di liberuz ……………
Sudah seharian Gadis berkuncir dengan rok panjang dan busana chinanya yang berwarna biru tanpa lengan ini asyik dengan buku – buku IT sambil memasukkan kata sandi untuk merentas di dunia maya, dia melirik ke nampan berisi makanan dan minuman yang perlahan mendekati bangku tempatnya membaca dan beralih ke mejanya.
“silahkan dinikmati makanannya, sudah lama Ryuna tidak ke sini??” sapa lembut dari Elro
“iya El, lagi banyak urusan..hehee… semakin cantik juga yah LIBERUZ??”
“iya terimakasih. Silahkan dillanjutkan.”
Menghidangkan makanan adalah pekerjaan yang biasa di lakukan Elro untuk tamu – tamunya di LIBERUZ, dan hampir semua tamunya dia tahu.
“tapi ganteng cuma jaga perpus” gumamnya sambil melirik wajah pemuda itu jauh melangkah pergi membawa nampan kosong.
Namun sejurus kemudian, telinga gadis itu mendengar
“ayah …lapar.!!!”
“hah, ayah??” hampir saja kesedak ketika telinga mendengar rengekan gadis kecil dengan kerudung dikepala yang menggelayut manja dikaki orang yang baru saja memberikan makanan kepadanya. “ ah… udah nikah..huh payah!!!” umpatnya dalah hati,” gagal lagi dweh.ryuna ..ryuna...” sambil senyum dia terus melanjutkan membaca dan sesekali mempraktekkannya dilaptop yang di bawanya untuk menjelajah dunia maya yang menjadi keahliannya walaupun pekerjaaanya adalah seorang pianis.
“ Sana ma bunda.. bunda masak kesukaan Afra tuh”.
“ iya Ayah…suapin Ayah tapi yah”
”iyah sayang “
sayup – sayup suara Elro masih terdengar menenangkan buah hatinya.
Dekat dengan ruang baca ada laboratorium LIBERUS, laborat tercanggih dan teraman yang pernah ada di sana telah di temukan bermacam teknologi yang akhirnya kini menjadikan masyarakat bumi menjadi seperti saat ini. Salah satu orang yang gemar mondar mandir ke laborat LIBERUS adalag Diege, seorang genius dari negeri RIBBON yang ahli mesin, dia lah yang mewujudkan membuat kendaraan tunggangan robot hewan untuk keperluan sehari - hari. Sehingga HIJJAS menjadi sentra pengetahuan dan teknologi walapun orang – orangnya adalah para petani.
“El, puji Tuhan Pheonix telah hampir selesai, tolong di rahasiakan tentang keberadaannya, aku tidak mau ada yang tahu sebelum benar – benar bisa teruji” Diege mengatakan kepada elro di sela – sela dia mulai menginstal program Poenix Nimbus 2000.
“ iyah.. aku tahu.. “ jawab Elro singkat, sambil dia juga menginstal Jujitshu kuda terbang kesayanganya yang kemaren kecebur di kolam belakang LIBERUZ.
Diege dengan Emerda Corporation nya yang kini telah bangkrut memang dulunya memproduksi kendaraan tunggangan pada masa itu, baik untuk perang maupun untuk sehari – hari, untuk tungangan perang dia adalah saingan dari Arkom Liberte. Corporasi yang dimiliki oleh negara ARKOM dan sekutunya khusus untuk menyuplai tunggangan perang, yang pada awalnya tungangan ini hanya untuk menjaga perbatasan, namun kelanjutanya menjadi komoditi negara ARKOM untuk menjadi diktator untuk merusak. Karena pada masa itu Diege masih berada di Arkom Liberte sebelum akhirnya ia dibuang ketika penemuannya semua telah diambil alih, kini Ia harus memulai dari awal lagi.
Mendung Di Azakaban ………
kembali jemari lentik Ryuna mulai mengetik angka - angka sandi di laptopnya, keringat mengucur dikeningnya sesaat ketika di melihat ada berapa hasil rentasannya di dunia maya membuat bola matanya membulat dan mulutnya memoncong kecil seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya..
Data rilis dari intelejen Negara ARKOM.
“ 2 hari dari hari ini Akan Di Adakan Operasi Militer Untuk Menemukan Senjata Pemusnah Missal, Di Azkaban, Di Sinyalir Liberuz Menyimpan Senjata Tersebut, Lakukan Dengan Secepatnya, Dengan Pasukan Naga Merah ( Pasukan Elit Arkom )“ tertanda jendaral Sengsunk.
AZKABAN??LIBBERUZ??, serasa sakit kepala berkelanjutan mendera kepala Ryuna saat berhasil menembus data intelejen itu, buru – buru ia mengirimkan pesan tersebut ke internet agar dibaca seluruh dunia, seperti biasa dengan nick nya di dunia Angel Phoenix. Dan segera berita menyebar luas lewat internet.!!
“ siap yang berani melakuakan ini !!!” mata zeburo melebar melototo kepada anak buahnya
“ ini ulah angel phoenix pak”
“ siapa dia ha?? berani benar menantang arkom, aku ahrus memebuat pengalihan akan isu ini jangan sampai dunia atahu renacana aini”
“ letnan lazuardi, cepat bkin berita tanggapan bahwa berita itu bohong dan cari pengirimnya”
“ siap tuan “
Malam Kelam Azkaban.. …
Angin serasa berhenti malam itu ketika sekelompok naga terbang mengitari LIBERUZ, seekor naga turun menukik dan mendarat dan tepat di depan pintu LIBERUZ dan mengetuk pintu tersebut, saat itu Ashiyah yang sedang menenangkan Afra yang sedari tadi ketakutan melihat banyak naga berkeliaran dilangit, sedang Elro langsung mengaktifkan Jujitshu, kemudian membuka pintu LIBERUZ, setengah terkejut berdiri Letnan Lazuardi perwira Negara Arkom yang pernah bersama bertempur ketika Zubaro meminta tolong untuk memusnahkan pemberontakan anti kemapanan yang hampir saja menghancurkan LIBERUZ karena dianggap sebagai pusat perusak peradaban.
“malam letnan lazuardi, sudah lama tidak terdengar kabarnya, ada apa gerangan?”
“tentu, kamu sudah tahu apa yang terjadi?”
“ bukanya letnan sudah menampiknya?”
“ itu hanya formalitas, aku hanya mngingtakan bhwa itu benar adanya, Zeburo tidak pernah menarik ucapannya”
“apa mau sebenaranya ?? “
‘ serahkan senjata itu”
“ knapa bisa mengira ada disini..”
“ kami telah menangkap Diege, dan dia mengaku telah membuat Phoenix “
“ maaf, aku tidak tahu akan hal itu, dan maaf lagi, kita juga tidak akan mengadakan hal apapaun yangmerugikan arkom” tegas elro
Sang Letnan diam, dalam dirinya menyakini apa yang di katakan Elro karena dia tahu benar integritas dari Elro. Napas lega mengalir melihat rombongan sang Letnan melaju pergi, namun sejurus kemudian terlihat sesosok bayangan datang sempoyongan dari kejauhan,
“ayah, paman diege tuh knapa, tolongin…”
“ diege.???” Heran bercampur kaget ketika melihat sosok tadi jatuh beberapa meter didepannya.
segera disosong tubuh lemah Diege, tubuhnya telah compang – camping akibat siksaan, ternyata benar juga Letnan Lazuardi tadi bahwa Diege telah tertangkap, namun kenapa sekarang telah berada di depannya dalam keadaan compang camping seperti itu. Siapa yang melepaskannya atau siapa yang menyelematkannya??
“El, bawa Diege masuk ,kita obati dia..“tepukan Ashiyah membuyarkan lamunannya.
Dari kejahuan terlihat seringai licik diwajah Jendral Sengsunk, yang mengetahui Letnan Lazuardi gagal.
Fajar beru saja menujukkan wajahnya ketika, segerombol naga telah kembali mengepung LIBERUZ untuk kedua kalinya.
“ perhatian!!!! kami tentara negara Arkom, seranhkan buronan kami!” teriak Jendral Sengsunk dari naganya.
Tidak ada jawaban…….
Elro dan istrinya yang sedari malam memang tidak tidur telah memprediksi dengan hal ini, bahwa ini adalah jebakan, menggunakan Diege untuk melegalkan tindakannya.
“Kami peringatkan sekali lagi, serahkan Diege pada kami atau kalian juga kami tangkap” untuk ke dua kalianya Jendral Sengsunk berteriak..
“sebaiknya Diege kita ungsikan segera, biar aku dan afra yang membawanya keluar lewat bawah tanah, kita berjumpa di perbatasan nantinya”Ashiyah mencoba memberi solusi.
Elro hanya mengangguk pelan, segera Ashiyah memapah Diege untuk di bawa ke perbatasan dengan menggunakan kapsul cepat.
“maaf Jendral, yang Jendral cari tidak ada” jelas Elro sambil membuka pintu.
“bohong, geledah segera”
Segera naga – naga yang lain menukik sambil menyorotkan sinar X - Ray untuk mencari keberadaan Diege. Pencarian tidak berhasil, namun mata Jendral Sengsunk mendadak mengarah ke gundukan bukit yang ada di belakang LIBERUS, sensor naganya mendeteksi ada pergerakan, segera saja dia menyuruh anak buahnya mengecek.
“Jendral, ada pergeraklan kapsul di bawah tanah”
“Tanggkap dia !! dan Elro kamu akan ditanggkap karena telah meneyembunyikan buronan berbahanya negeri Arkom, tangkap segera” perintah Jendral Sengsung kepada anak buahnya. namun dengan cekatan Elro berbalik arah menuju ke ruang Jujitshu di simpan, dan melesat ke angkasa,, wusssss!!!!!!!.
Secepat kilat juga beberapa naga menyusul ke arah Elro melesat, duel tidak terelakkan, 3 lawan 1 sedang Jendral Sengsunk dan 2 anak buahnya masih mengejar kapsul yang menuju perbatasan. Pertempuran tidak imbang sebenarnya namun, Elro dengan keahliannya mampu membuat 3 naga kewalahan bahkan satu persatu jatuh tersungkur. Dari kejauhan tampak seekor burung datang dengan kecepatan tinggi, Elro sudah siap – siap untuk membidiknya dengan laser, namun urung dilakuakan, ia tahu itu bukan dari pasukan arkom.
“maaf aku terlambat, apakah ini ulah Letnan Lazuardi” Ryuna medekat ke Jujitshu.
“ bukan, ini ulah jendral sengsunk, Ryuna, istriku dalam bahaya aku harus segera menyusulnya,” dengan cepat Elro melesat ke arah perbatasan, dan Ryuna menyusul belakang dengan silver birdnya.
Sementara keadaan Ashiyah dalam kapsul semakin terjepit, memang kapsul tersebut di rancang tahan guncangan namun semakin lama serangan semakin gencar.
Dar….!!!!!!!!!! Elro menembak ekor salah satu naga yang mengepung kapsul istrinya, Jendral Sengsunk pun menoleh kebelakanag dan membalas tembakan Elro, kembali duel di udara tak seimbang terjadi, 3 naga melawan satu kuda terbang.
Zorrr!!!!! Jer…………..darrrrrrr!!!!!zonkkkkkkkkkkk!!!
Kilatan – kilatan laser saling beradu untuk menghancurkan musuhnya, Elro mulai kepayahan karena tenaganya telah terkuras untuk pertempuran tadi, kilatan cahaya putih dengan cepat menyambar kepala pengendara naga, dan naga pun terjatuh meledak, Ryuna datang dengan dari belakang. Jendral semakin berang, dia mencoba menembak Ryuna namun Elro sudah mengahadapinya kini pertempuran sudah seimbang. Namun situiasi ini tidak berlangsung lama, disaat sang Jendral sudah kepayahan, dari kejauhan segerombol naga data untuk membantu
“El kita kabur” teriak ryuna
“ istirku masih di bawah”
Ryuna meluncur kebawah mendekati kapsul yang sudah gosong, mencoba membuka pintunya dan terlihat afra ketakutan memeluk ibunya, dan Diege lemah berbalut perban.
“mari saya bantu keluar”
Mereka bertiga pun mencoba keluar dan naik ke burung Ryuna namun.. JER.. DAR !!!!
Kembali tembakan dari naga yang berkeliaran diatas menyerang kapsul, Ryuna terpelanting, sedang Ashiyah, Diege dan Afra ikut terpelanting ke arah berlawanan. Ryuna segera bangkit dan mencoba menyambar mereka bertiga, sedang naga tadi telah dihajar Elro.
“Ryuna, cepat pergi dengan istri dan ank Elro, aku akan menahan dengan senjataku, dan chip ini berikan ke Elro” Diege sambil mengambil senjata dari dalam sakunya dan membidiknya ke arah tentara Arkom.
Dengan cepat Ryuna membopong Ashiyah dan Afra, melesat ke arah luar perbatasan, sementara Diege menembaki tentara Arkon dengan senjatanya. Namun perlawanan Diege tidak berarti Banyak, dengan dua kali tembakan laser tubuh diege hangus terbakar, diege tewas seketika. Melihat itu, Elro pun segera melesat pergi menyusul Ryuna yang membawa keluarganya, sedang pasukan Arkom berbalik menuju ke LIBERUS untuk menggeledah tempat tersebut.
Subuh di kediaman Ryuna
Tubuh mungil itu mengerang kesakitan ketika Ryuna mencoba mengobati luka – luka yang ada disekujur tubuhnya. Sedangkan Elro memeluk erat tubuh sitrinya yang sudah tidak bernyawa tertembus laser. Hening menyelimuti, kejadian begitu cepat sehingga malam itu benar – benar menjadi neraka bagi Azkaban dan LIBERUS. Menangis Ryuna ketika meretas berita intelejen Arkom yang memperlihatkan gambar puing kota Azkaban dan bangunan LIBERUS yang rata dengan tanah.
Semenjak chip itu diberikan, Elro setiap hari meneliti isinya di lab kecil yang ia bangun di rumah Ryuna, dibantu Ryuna akhirnya kode - kode yang dibuat Diege terpecahkan untuk penginstal Phoenix.
Setelah Azkaban, kini giliran Remdes ibu kota Samanta tempat tinggal Ryuna yang jadi sasaran, Arkom mengumumkan lewat televisi pemerintah Samanta untuk menyerahkan buronan Ryuna dan Elro kepada mereka. Kontan siaran itu mendapatkan reaksi yang hebat dari negara – negara kecil karena mereka tahu itu hanya rekayasa, bagaiman mungkin orang yang setiap harinya menjaga perpustakaan menjadi penjahat di mata Arkom. Letnan Lazuardi pun ikut bicara, namun malah menjadikan dia tertuduh membantu pemeberontak, melihat gelagat itu akhirnya sang Letnan memutuskan untuk membelot.
Negara Samanta akhirnya di serang dengan dalih mencari Ryuna dan Elro, suasana semakin kacau dan kecaman dunia tidak henti mengalir, namun arkom masih kekeh dengan pendiriannya. Pemerintah pun tidak mau tinggal diam, dan melawan untuk menjaga keutuhan negerinya, karena dia tahu siap Elro dan siapa Arkom. Dengan kemampuannya akhirnya Elro dan Ryuna menjadi orang yang berpengaruh dalam usaha perlawana terhadap Arkom.
Senja menapaki gurun dengan cepat ketika dari jauh terlihat meluncur burung pembawa pesan (Heras) menukik ke arah tenda komando tempat Elro dan kawan – kawan berkumpul, Heras ke markas Elro membawa pesan:
“ salam hormat, kepada pimpinan perjuangan Negara – Negara kecil, saya Letnan Lazuardi salah satu pimpinan dewan di kota Bernades menyatakan dukungan terhadap kalian untuk bisa menumbangkan kekuatan dari Negara Arkom, saat ini kami tengah melakukan pemberontakan guna melemahkan kekuatan di ibu kota, dan kami harap kalian bisa membantu kami. Salam perjuangan!!!“. setelah wajah yang seram dengan kumis melintang hilang berganti dengan rekaman pertempuran di ibu kota Akrom selama beberapa menit yang di ambil dari beberapa sudut kota dan blip!! monitor di dada Heras tiba – tiba mati, Setelah pesan dibaca, Heras terbang lagi ke langit dan dalam hitungan tak lama meledak dengan sendirinya, menjadi suguhan kembang api di malam yang gelap gulita.
31 desember 3011………………..
Suasana BAKERO lapangan terbang di samanta ramai oleh tunggangan prajurit yang telah memadati sejak pagi – pagi buta, karena Ryuna telah mengumpulkan penglima – panglima perang negara gabungan untuk menerima komando langsung dari Elro.
Tepat 2 tombak matahari diatas kepala, Elro keluar dari tenda komando dengan wajah yang bersih dan sorban melingkar di lehernya, tetesan air masih membasahi jenggotnya yang lebat. “Assalmaualikum sahabat seperjuangan, hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi kita karena pada hari ini akan diadakan serangan secara terfokus kepada Negara Arkom khususnya di kota Bernades, yang mau ikut katakan saya!!!!” tegas Elro ketika berorasi didepan teman – temen seperjuangannya.
Serempak mereka menjawab : “saya, tuanku!!!! kita siap mengawal tuanku kemanapun”. Gegap riuh mewarnai tempat mereka berkumpul.
Bernades sudah selayaknya kota yang porak poranda karena ada pemberontakan di dalamnya, sementara Zubaro masih memerintahkan para ilmuan Arkom untuk menginstal Phoenix agar bisa digunakan. Sementara pasukan Elro dan Ryuna telah memasuki kota Bernades dan bergabung dengan pasukansang Letnan, mendengar itu Zeburo semakin berang, semua pasukan diluar negeri ditarik, pertempuran sengit terjadi di susudt – sudut kota.
“letnan bawa saya ke tempat Phoenix” ucap Elro.
“ok, namun kita harus ekstra hati – hati, di sana dijaga ketat”
“siap, biar Ryuna mematikan system mereka dari sini”
“iya Letana, tenang ada saya”
“ok”.
Mereka kemudian melesat dengan naga merah menuju pusat kota.
“pak radar menangkap naga Letnan Lazuardi mendekat” jelas seorang perwira kepada Zeburo
“biarkan saja, kita lihat mau apa dia.”
Sementara para ilmuan masih kesulitan untuk meginstal Phoenix.
“ hei, penghianat mau apa kamu, mau mati??” bentak zeburo ketika berhadapan dengan Letnan Lazuardi.
“hmm. Aku cuma mau mengakhiri kekejamanmu Jendral, sudah saatnya engkau mengakhiri ini..”
“bisa apa kamu? ha?? Mengarap bantuan dari pemberontak tengik itu??cih!!! rasakan ini..”
ZONKKK!! Tiba – tiba mulut naga Jendral Zubaro mengeluarkan laser warna biru, namun dengan cekatan Letnan Lazuardi menghindarinya.
“habisi penghianat itu!!!!”” perintah sang Jendaral
“ siap tuan.!!!.” segera kejar – kejaran tidak terelakkan, duel tidak imbang kembali terjadi, Zeburo terkekeh – kekeh melihat musuhnya pontang panting, namun ternyata sang Letnan hanya mengecoh perhatian agar mereka lalai menjaga laborat.
Di tempat lain, Elro mengendap ke laborat tempat Phoenix disembunyikan, hanya ada 3 penjaga bersenjata di sana, “ ah mudah aku lumpuhkan” pikir Elro, segera ia bergerak cepat dan menghantam ketiga penjaga tersebut. Gak sia – sia dilatih kempo bapaknya waktu kecil dulu.
Di buka labotaroium, segera telpon Ryuna yang berada di markas lazuardi,
“na..tolong sinkron kan komputer disini dengan komputermu, dan masukkan chip dari Diege.”
“ok boss”.keluar suara centil di seberang telepon.
Para ilmuan zeburo tidak bisa berbuat banyak ketika ditodong Elro dengan senjata dari prajurit yang dilumpuhkannya, mereka kini di ikat jadi satu dan hanya bisa melihat Elro menginstal Phoenix, dan Finish..
Lazuardi mulai kepayahan karena sayap naganya sudah banyak yang rusak, mesinnya pun sudah drop, ZHONKKKKKKK!!! Tembakan keras keluar dari mulut naga Jendral, Letnan Lazuardi sudah tidak sempat mengelak, namun 1 menit sebelum sampai membakar naga sang Letnan, sinar putih menghempas sinar biru tersebut, disusul dengan hempasan angin yang sangat keras, berasal dari kepakan Phoenix SWAPSSSSSSSSSS!!!!!!!!!!!. Dan semua naga di depannya terpental tak terkecuali punya sang jendral. Letnan Lazuardi hampir tidak percaya, Phoenix telah bangkit dengan Elro diatasnya.
Jendral Zeburo merasa geram, segera disusulnya burung itu dan diserang dengan membabi buta, namun denga mudah Elro berkelit dan membalas serangan itu, duel udara tidak terelakkan antara dua pimpinan, sedang sang Letnan masih bertempur dengan perwira yang lainnya. disaat itu juga beberapa perwira negara gabungan, dan Ryuna datang dan menembak ke arah naga – naga yang melawan Letnan Lazuardi, dan kota telah dikuasai oleh pasukan gabungan.
Tinggal menunggu duel Elro dan Jendral Zeburo. Di atas langit Bernadez, …
Kilatan cahaya berkali – kali terlihat dari 2 tunggangan yang sama kuatnya, mengingat naga Jendral Zeburo adalah naga palig kuat yang dulu di buat oleh Diege, kini berhadapan dengan Phoenix yang juga buatan Diege, benturan demi benturan terus terjadi hingga sampai pada kilatan warna emas membuncah menyilaukan ketika 2 hewan itu bertabrakan.. JDWERR!!!!!CRAT!!!!ZAR!!!!!!!!!.
Sejurus kemudian terlihat seekor naga merah jatuh menukik sambil berputar – putar seperti gangsing dengan derasnya, dan GEDEBUM!!!!! BLARRRRR!!!!!! Naga itu jatuh tersungkur berikut dengan penumpangnya yang terlihat gosong.
Jendral Zubaro telah mati…
Sontak semua yang ada disitu berteriak kemenangan juga Elro yang misih berada di udara dengan baju yang compang – camping, perangan telah usai Arkom dapat dikuasai sepenuhnya, dan Negara – negar sepakat untuk memntuk satu kerajaan unutk memerintah bumi ini. Dan pimpinan yang pantas memerimanya adalah Elro karena telah mengalahkan Jendral Zubaro.
sejak itu Elro di angkat sebagai pimpinan kerajaan bumi dengan predikat KSATRIA BUMI yang memimpin bumi dengan adil. Bendera hitam telah berkibar di kerajaan bumi.

0 komentar:
Posting Komentar