05.00 A.M
Selepas shubuh berjama’ah terlihat Sosok orang bersila di dalam kamar takmir masih dengan sarung dan baju koko plus peci terpakai di depan laptop kecil yang menyala namun tidak di gubris karena si empunya sedang sibuk mengutak – atik dompetnya, entah apa yang di lihat sambil sesekali melihat ke langit – langit seperti menerawang sesuatu, kemudian terdengar suara decak dari bibirnya dengan geleng – geleng kepala menyusul. “hmm. Kemana aj nih uang..kok bilang tinggal segini??” gumamnya tak jelas, ..sambil kemudian menghela napas panjang dan kemudian menata kembali dompetnya dan di letakkan ke tumpukan buku bacaan diatas kardus tivi yang sudah tidak terpakai.
“ akh nanti jadi renang gak??” tiba – tiba suara parau dani terdengar memecah konsentrasi ayub yang lagi ngitung isi dompet yang kempes. “ eh, emm.. kurang tau akh, liat ntar dweh.. “ jawab ayub sekenanya, kemudian dani keluar untuk piket nyapu halaman masjid sedang ayub juga bergegas untuk menyapu dalam mesjid dan mengepelnya. Yah mereka berdua adalah takmir masjid di suatu kampus. Dani dan ayub sudah semester akhir, jadi tinggal menunggu skripsi dan selesailah kuliah mereka.
“ akh nanti, nanti antum hubungin ustad fajar yah, buat ngisi khutbah jumat hari ini, kemaren siih ana sudah hubungin dan beliau sanggup, antum ntar ingetin aja dah” ucap dani kepada ayub ketika menikmati sarapan bersama. “ insya alloh, akh” jawab ayub singkat, pikirannya masih melayang ke isi dompet. Untung hari ini berasnya masih ada dan tadi dimasak, jadi masih bisa sedikit ngirit, Cuma beli gorengan 2 biji dan sayur 1000 rupiah sudah bisa makan dengan dani.
Rencana hari ini ayub ingin potong rambut karena rambutnya sudah tidak bersahabat lagi, rambutnya yang ngombak di pantai menjadikannya mengembang kalo lagi kering. Karena paginya persiapan untuk jum’atan maka rencana potong rambut di tunda setelah jum’atan.
13.00 wib
“ akh dani pinjem motornya dunk, mau potong ganteng nih..hehe” kelakar ayub ke temen takmirnya seraya minta ijin untuk pinjem motornya.
“ ni akh, insya alloh tidak usah beli bensin, sudah full” balas dani sambil melemparkan kunci kontak motor.
“ jazakallohu khoir akh” ucap ayub sembari menuntun supra x 125 merah milik dani melewati parkir masjid dan siap – siap melaju ke salon potong rambut.
“ waiyaka “ jawab dani singakat dan dia kembali ke kamarnya untuk ngetik skripsinya.
Bruumm,,, suara deru motor dani terdengar mendekati masjid ketika selang 1 jam berlalu, ternyata ayub telah selesai potong rambut, di masjid ternyat sudah ada beberapa temen kampus ayub dan dani yang habis pertemuan liqo rutin jumat siang ba’da jumatan. Kedatangan ayub dengan “rambut barunya “ menjadi pergunjingan satu mesjid,, hehe.. ada – ada aja. Ada yang bilang bakal ujan, ada yang bilang gantenge luntur.. hohoho..
“ nah gt kan tambah ganteng akh.. ntar banyak ukhti – ukhti yang ngeleirik lho..hahahah” kata restu yang seneng becanda.
“ Alhamdulillah, tapi ntar antum jangan nangis kalo gak kebagian akhwat lho..hahaha” jawab ayub sekenanya membalas candaan restu, sambil berlalu ke kamar mandi untuk mandi membersihkan bekas potong rambut tadi.
03.15. WIB ba’da ashar
“ aduh ya alloh, kok masih 6000 dowank nih.., ntar makan apa nih???” gumam ayub sambil memandangi dompet lusuhnya, di dalam dompetnya terdapat uang bergambar tuanku imam bonjol yang jenggotnya menjadi idola ayub, dan sepasang uang logam kuning 500an receh. Lainnya hanya nota dan kartu pengenal, ada 2 atm namun juga saldo minimal semua. Jatah masih dikirim besok karena kantor pos hari ini sudah tutup.
“ akh ayo , jadi belajar renang gak nih??? Katanya mau I’dad.. persiapan. Kan renang termasuk olahraga yang di anjurnkan nabi kita lho!!!” tiba – tiba dani masuk ke kamar dan mengambil tas berisi pakaian ganti untuk berenang.
“ tiket masuknya brapa kah??” Tanya ayub penasaran sambil memberesi pakainnya juga untuk persiapan ikut renang..
“ 5000 rupiah keliatannya , kalo lum naik she.. “ jawab dani.
Ayub mengambil semua uang di dompet, dan di masukkan ke dalam sakunya, bismillah ia sudah nekat mau ikut renang walaupun uanganya ngeperes, di ingin mengikuti sunnah rasul dengan belajar renang.
Akkhirnya ayub dan dani berangkat ke kolam renang umum untuk berenang, ternyat restupun ikut nimbrung juga. Ayub berboncengan dengan restu dan dani sendirian. Sampai di sana Alhamdulillah kolam renang agak sepi, jadi mereka bisa leluasa untuk renang.
05. 30
“ akkh, pulang yuk sudak setengah enam nih, bentar lagi magrib “ ucap dani ketiak melihat langit sudah menunjukkan senja.
“ ok “ jawab restu dan ayub bersamaan.
Keluar dari tempat renang menuju parkiran, kembali ayub merogoh saku celanya. Kali ini berharap pada keajaiban kalo – kalo di sakunya ada uang yang kemaren – kemaren tertinggal, namun tetap saja dalam tangkapan jemarinya Cuma ada sepsang logam kuning 500an. Yah, uang ayub sekarang tinggal 1000 rupiah, karena tuanku imam bonjol sudah berpindah kepemilikan pada saat regristrasi renang tadi..
jantung ayub berdebar ketika seorang bapak menedekatinya sembari mengambil kertas yang di jepit di bawah jok motor,” parkir mas? ” kata bapak itu. “ abis dweh uangku “ batin ayub ketika berniat merogoh sakunya dan mengeluarkan sepsang uang terkahirnya, tapi urung dilakukan ketika restu kemudian menyodorkan pattimura kepada bapak tukang parker itu. “alhamdulillah ay alloh, engaku turunkan pahlawan nasional untuk meolongku, oh sungguh engkau pahlawah pattimura “ batin ayub sambil cekikikan sendiri.
Dalam perjalanan pulang pikiran ayub terus bergejolak dan memeikirkan sesuatu yang sebenarnya sudah nyata “ nanti makan malam dapat apa dengan uang seribu ini???” sambil di pegang – pegangnya the last couple coint miliknya. Tiba – tiba teringatlah ayub akan sesuatu.. Alloh.. dah dia udah pasrah.. uang terkahirnya akan di masukkan ke dalam kotak amal, habis itu dia akan pinjem uang dulu ke restu apa dani untuk makan mala mini, dan besok akan di ganti saat uang kirimannya datang. Yah itu keputusannya.. sambil manggut – manggut sendiri di belakang restu yang sedang mengendarai vespa bututnya menuju masjid kampus.
06.15
“ apa menu dinner hari ini??” restu membuka pembicaraan
“ mi ayam pak ndud aja yuk, laper nih butuh pasokan khusus, tadikan abis renang” jawab dani sambil elus – elus perut ndud nya.
“ akh ayub, gimana??” Tanya restu
“ ana mah ikut aja, tapi ana utang dulu yah, soale uang ana sudah habis tidak ada seperserpun . “
“ beres dah !!” jawab restu sambil menyetarter vespanya.
Sebelum berangkan di sempatkan ayub untuk menuju kotak amal di mesjid, sambil mengucap bismillah ia masukkan uang tersebut ke masjid, ya uang 1000 terkahir ayub telah masuk ke dalam kotak amal, secara logika uang ayub telah abis sama sekali, dan hutang adalah solusi dia untuk bisa makan mi ayam nanti.
Vespa vs supra x pun melaju ke arah warung mi ayam pak ndud tak jauh dari mesjid kampus, sampai di sana segera memesan 3 mangkok mi ayam plus dengan minumnya, karena merasa hutang, ayub pun hanya minum air putih, biar ngirit gitu..
Sembari menunggu hidangan, restu bermain – main dengan hapenya, sampai ia berkata :
“ akh, antum masih jualan pulsa ga??” ana isiin dunk.. 10 ribu aja dweh .. yah !!” kata restu sambil menepuk bahu ayub.
Deg… hati ayub langsung berdetak seakan tidak percaya dengan apa yang di alaminya, ayub memang punya usaha pulsa kecil – kecilan, namun dan hari itupun deposit yang ada Cuma 400 rupiah, namun dia masih punya downline di rumah ia tinggal, jadi akhirnya ia mengiyakan permintaan restu untuk mengisikan pulsanya dengan meminta dulu pada downlinenya untuk mengisikannya.
“ Alhamdulillah ya alloh, aku gak jadi hutang restu, makasih ya alloh udah di traktir mi ayam pak ndud malam ini ” gumamnya lirih saat mengetik sms di hapenya kepada downlinenya untuk mengirimkan pulsa ke restu.
Akhirnya malam itu ayub tidak jadi hutang makan malam dengan restu karena bisa membayar sendiri dengan uang hasil jual pulsanya, malah melebihi dari harga mi ayam yang di belinya dan masih bisa untuk membeli sarapan esok harinya karena uang yang ayub dapatkan adalah 11000 rupiah, dan mi ayam pak ndud Cuma 6000 rupiah.
Subhaanalloh , maha suci alloh. Alloh tidak pernah ingkar janji, ayub yang menyedekahkan uang 1000 terkhirnya dengan ikhlas di bales kontan sama Alloh dengan lebih dari 10 x lipat yaitu tepatnya 11x lipat dalam jangka waktu kurang dari 30 menit..” alloh akan membalas 10 x lipat dari apa yang telah kalian sedekahkan di jalan alloh”.
Pabelan . serambi alfath 23: 17
Basic true story, kenangan pak ndud mania.

0 komentar:
Posting Komentar