Seorang pemuda baru saja membeli sebuah motor terbaru ter mutakhir saat ini, dan dia pun mulai mengendarainyan di jalanan. Dijalanan dia pacu motor tersebut sekencang – kencangnya dan baru tersadar bahwa kalo dia belum tahu bagaimana cara mengeremnya. Sampai akhirnya dia melewati sebuah mobil truntung jadul yang dikemudikan seorang bapak tua dan istrinya, pemuda itupun lalu memepet mobil tersebut sambil berkata :
“ hey – hey, siapa yang pernah naik motor seperti ini…..” belum sampai ucapannya selesai, pemuda dan motornya terus melaju sambil berlalu meninggalkan mobil tersebut karena kecepatan motor yang kencang.
Karena sang sopir merasa di sangingi oleh pemuda tersebut akhirnya dia berusaha menyusulnya dan membuktikan bahwa mobilnya tidak kalah cepat dengan motor baru tersebut. Dan akhirnya berhasil mensejajari motor tersebut dan gantian mendahului motor tersebut.
Namun karena motor tersebut adalah motor yang ter muthakhir, maka kembali pemuda tersebut dengan motornya berhasil menyusul mobil tersebut dan sambil menyusul kembali sang pemuda tersebut melontarkan kata – kata seperti ketika pertama kali menyelip mobil tersebut.
“ hey – hey, siapa yang pernah naik motor seperti ini…..” belum sampai ucapannya selesai, pemuda dan motornya terus melaju sambil berlalu meninggalkan mobil tersebut karena kecepatan motor yang kencang.
Merasa dipameri dan tersaingi oleh sebuah motor dan seorang pemuda maka untuk kedua kalinya sang sopir tidak mau kalah, dan berusaha mendahului kembali laju motor tersebut. Pikirnya mobil buntut saya tidak kalah dengan motor baru kamu, dasar tukang pamer.
Namun untuk yang ke tiga kalinya pula sang pemuda tersebut berhasil mendahului kembali dan untuk ketiga kalinya lagi mengucapkan kata – kata yang sama.
“ hey – hey, siapa yang pernah naik motor seperti ini…..” belum sampai ucapannya selesai, pemuda dan motornya terus melaju sambil berlalu meninggalkan mobil tersebut karena kecepatan motor yang kencang.
Tapi, untuk yang ketiga kalinya ini sang sopir tidak terpancing emosi karena sudah dir edam oleh istrinya dan akhirnya membiarkan anak muda tersebut berlalu. Tidak lama kemudian bapak dengan mobil buntutnya melewati sebuah kerumunan di pinggir jalan yang ternyata adalah si pemuda dengan motornya yang jatuk karena menabrak pembatas di pinggir jalan. Dalam hati sang bapak tersebut “ sukurin, itulah hadiah tukang pamer” namun karena sang istri merasa iba, akhirnya menyuruh sang bapak untuk menolongnya dan dibawa kerumah sakit dengan mobilnya. Namun alangkah dongkolnya bapak tersebut pada mulanya ketika sang pemuda di dalam mobil tersebut menucapkan kata – kata yang sama ketika berada dijalan dan mendahului mobil bapak tersebut. “ hey – hey, siapa yang pernah naik motor seperti ini…..” karena dongkol dan penasaran terhadap pemuda tersebut, belum sampai ucapannya selesai , sang bapak bertanya dengan sedikit keras kepada pemuda tersebut, “ eh. Pemuda apa maksud kamu dari tadi ngomong demikian..kamu mau pamer kalo punya motor baru???” namun sang pemuda tidak menjawabnya dan hanya mengulangi kata – katanya lagi namun kali ini terucap dengan lengkap yaitu :
“ hey – hey, siapa yang pernah naik motor seperti ini, ada yang tahu bagaimana cara menghentikannya. Saya tidak tahu dimana remnya” . setelah itu suasana mobil jadi hening. Perasaan dongkol berubah menjadi kasihan. Sang bapak pun menyesal telah berburuk sangka kepada pemuda tersebut.
“ janganlah kita mendengar berita hanya sebagian saja, ada baiknya kita dengar dengan seluruhnya, baru kita berikan vonis yang tepat terhadap berita tersebut” mungkin itu yang mau dipesankan kepada kita yang sedang membaca cerita ini.
Semoga bermanfaat teman – teman. ^.^
(elrowi bin Abdurrahman)
Jepara, / 10 – 12 – 2010 /11:23
Di ruang guru TKR, teringat cerita trainer saat pelatihan the art of teaching di gedung ungu.
0 komentar:
Posting Komentar